Rabu, 11 Mei 2011

Sekilas dua kilas tentang nyamuk...

Ok, hehe, untuk kali ini sebagai pembukaan, saya akan mulai dengan pembahasan yang simple, Nyamuk, salah satu hal yang kemungkinan akan saya bahas paling sering di blog ini. Nyamuk adalah salah satu mahluk hidup yang tidak asing bagi kita yang tinggal di daerah tropis. Mahluk ini merupakan hewan yang datang dari family Culicidae.
Nyamuk memiliki 4 tahap metamorphosis diantaranya, telur, larva, pupa dan nyamuk dewasa. Nyamuk betina dewasa biasanya meletakan telur mereka di air yang mempunyai permukaan, seperti rawa payau, danau, genangan air, penangkaran tanaman air, atau penampung air buatan seperti ember plastic.
Tiga tahap metamorphosis awal yaitu telur, larva dan pupa semuanya terjadi di media air, dan berlangsung kurang lebih selama 5-14 hari, tergantung jenis spesies dan temperaturnya. Telur akan menetas menjadi larva lalu berubah menjadi pupa. Dan akhirnya nyamuk dewasa akan keluar dari pupa yang ada di permukaan air. Nyamuk dewasa hidup sekitar 4-8 minggu.
Nyamuk memiliki bagian mulut yang dapat merobek kulit tumbuhan baik hewan. Nyamuk jantan mengkonsumsi sari-sari tumbuhan, sedangkan nyamuk betina memkonsumsi darah dikarenakan nyamuk betina membutuhkan nutrisi yang dibutuhkan untuk memproduksi telur.
larva culex
larva anopheles
Ada sekitar 3500 spesies nyamuk yang ditemukan di seluruh dunia. Beberapa dari spesies betinanya merupakan vector untuk sejumlah penyakit menular yang mempengaruhi jutaan orang tiap tahunnya. Tetapi beberapa ilmuwan berpendapat bahwa memusnahkan nyamuk bisa berakibat fatal pada ekosistem. 



Larva bernafas melalui spiracles yang terletak di bagian abdomen ke 8, atau melalui siphon, selain itu larva sering kali harus muncul ke permukaan untuk mengambil udara. Larva menghabiskan banyak waktu mereka untuk mengkonsumsi bakteri alga dan mikro organisme lain yang ada di permukaan air. Larva-larva ini menyelam saat mereka merasa terganggu. Perkembangan larva terdiri dari 4 tahap, atau yang disebut dengan instar, lalu mereka akan berkembang menjadi pupa. Di tiap akhir fasa instar larva akan berganti kulit untuk perkembangan selanjutnya.
anatomi nyamuk dewasa

Pupa pada tahap metamorphosis nyamuk berbentuk seperti tanda baca koma, kepala dan thoraxnya menyatu menjadi cephalothorax dengan abdomen melingkar di bawahnya. Sama dengan larva, pupa pun harus sering ke permukaan untuk bernafas. Pupa bernafas melalui sepasang alat pernafasan yang ada pada cephalothorax. Pada tahap ini, pupa tidak melakukan proses konsumsi. Setelah beberapa hari, pupa akan muncul ke permukaan air, permukaan dorsal dari cephalothorax akan terbelah dan nyamuk dewasa akan keluar. Pupa lebih passive dari larva.
nyamuk Aedes aegypti dewasa, subfamily Cullicidae, Jantan paling kiri dan betina paling kanan, perhatikan bagian  antena yang berbulu dan palpi yang lebih panjang pada betina.

Lamanya perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh suhu. Waktu yang dibutuhkan paling sedikit 5 hari untuk mengembangkan nyamuk dari telur hingga dewasa tapi biasanya pada kondisi tropis waktu yang dibutuhkan mencapai 40 sampai 42 hari. Variasi dari ukuran nyamuk tergantung pada jumlah populasi larva dan suplai makanan di tempat perindukan. Nyamuk dewasa biasanya beristirahat di bagian bawah akar rerumputan.

Nyamuk jantan dewasa biasanya kawin beberapa hari setelah keluar dari tahap pupa. Pada kebanyakan spesies, nyamuk jantan biasanya ada di rawa-rawa, biasanya menjelang malam nyamuk betina akan bernang menuju rawa tersebut.
Panjang nyamuk jantan bervariasi tapi biasanya lebih panjang dari 16 mm (0,6 inchi) dan berat sekitar 2,5 mg. semua nyamuk memiliki tubuh yang kecil dengan tiga bagian: kepala, thorax, dan abdomen.
Kepala nyamuk berfungsi untuk mendapatkan sensor informasi dan untuk keperluan konsumsi. Kepala nyamuk memiliki mata dan sepasang antenna panjang yang terdiri dari banyak bagian. Antenna ini penting untuk mendeteksi bau manusia atau bau tempat nyamuk betina bertelur. Pada semua spesies nyamuk, antenna pada jantan lebih berbulu dan memiliki reseptor suara untuk mendeteksi karakteristik suara dari sang betina. Mata majemuknya terpisah satu sama lain. Larvanya hanya memiliki pit-eye ocellus. Mata majemuk dari nyamuk dewasa berkembang menjadi bagian yang terpisah-pisah di kepala. Ommatidia(satuan reseptor dari mata majemuk) yang baru ditambahkan pada baris bawah mata saat pertumbuhan fasa pertama nyamuk. Pada tahap ini, ommatidia berbentuk kotak, tetapi semakin berkembangnya nyamuk, mata akan semakin berbentuk hexagonal. Kepala nyamuk juga mulai memanjang, dimana mulai muncul proboscis(berbentuk seperti penyengat) dan dua sensor palpi. Palpi pada jantan lebih panjang dari proboscisnya, sedangkan pada betina palpi nya lebih pendek dari proboscis. Dari kebanyakan spesies nyamuk, sang betina biasanya memiliki proboscis yang lebih panjang yang bisa digunakan untuk mengkonsumsi darah sebagai nutrisi bagi telurnya.
Thorax berbentuk seperti lokomotif. Tiga pasang kaki dan sepasang sayap melekat pada thorax. Sayap serangga merupakan perpanjangan dari exoskeleton. Nyamuk anopheles bisa terbang selama empat jam tanpa henti dengan kecepatan 1-2 km per jam dan dapat menempuh jarak hingga 12 km di malam hari.
Abdomen dikhususkan untuk pencernaan makanan dan pertumbuhan telur. Badan yang berbuku-buku membesar saat betina mengambil darah. Darah dicerna sebagai sumber protein untuk produksi telur.

sumber: www.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar